Thursday, 7 May 2015

Read : Pride and Prejudice by Jane Austen



"Sejak awal, perangaimu, keangkuhanmu, sikap acuh tak acuhmu, jadi landasan kebencianku padamu. Belum sebulan mengenalmu, aku sudah tahu bahwa kau adalah pria yang takkan mungkin kunikahi."

IDENTITAS BUKU :
  
Judul : Pride and Prejudice
Penulis : Jane Austen
Penerbit : Qanita (PT.Mizan Pusataka)
Penerjemah : Berliani Mantili Nugrahani
Penyunting : Prisca Primasari
Proofreader : Emi Kusmiati
Tebal : 588 halaman
ISBN : 978-602-8579-54-4
Beli di : BUKA BUKU


My Review :
Semua orang tua di dunia tentunya selalu menginginkan pasangan yang terbaik untuk para anak gadis nya. Tentu saja semua orang ingin berakhir indah seperti yang ada di dalam dongeng Cinderella. Seorang pangeran yang tampan, kaya raya, baik hati, adalah sosok yang semua orang tua idam-idamkan untuk para anak gadisnya.

Begitu juga yang di harapkan oleh Mrs. Bennet, berharap akan ada beberapa pangeran atau pria-pria dari keluarga terpandang dan kaya raya segera datang melamar kelima anak gadisnya. Dan suatu hari doa Mrs. Bennet pun terkabul, setelah ditunggu-tunggu akhirnya yang diharapkan muncul juga, tersiar berita bahwasanya ada seorang pria muda kaya raya yang akan datang menyewa Netherfield Park. Tentu saja hal ini disambut gembira oleh Mrs. Bennet dan tidak akan dilewatkan begitu saja, siapa tahu bila beruntung salah satu anak gadisnya akan disunting menjadi istri oleh sang pemuda kaya raya itu.

Dan di suatu pagi dengan pemaksaan yang intens kepada suaminya Mr.Bennet untuk segera memperkenalkan semua anak gadisnya kepada Mr. Bingley sang pemuda yang kaya raya yang menyewa Netherfield Park di sebuah pesta dansa yang akan segera diadakan. 
Akhirnya pengharapan Mrs.Bennet tidak sia-sia ,Jane sang putri sulung yang cantik dan berperilaku lembut serta baik hati menjadi 'sasaran hati ' Mr.Bingley. Dan hal serupa pun di rasakan oleh Ms.Jane kepada Mr.Bingley, mereka jatuh cinta ! dan itu pun turut disambut bahagia oleh adik keduanya Elizabeth Bennet. Seorang gadis yang termasuk 'modern' di era nya, pemikirannya yang kritis dan cerdas adalah daya tariknya. Mungkin ia tidak secantik kakaknya Jane, tapi dengan pemikirannya yang selalu tidak 'biasa' menjadi selalu menjadi kebanggaan dan kesayangan ayahnya Mr.Bennet. 

Yang pada awalnya Elizabeth "Lizzy" adalah seorang gadis pintar tidak pernah merasakan hal yang aneh pada hatinya , kali ini dia merasakan gejolak dari dua perasaan sekaligus. Benci dan penasaran, yah Mr.Darcy lah yang menjadi pemicu gejolak di hati Lizzy. Masalahnya dimulai ketika Mr.Darcy terlalu jujur mengungkapkan sudut pandangnya mengenai Lizzy. Kesan angkuh dan sombongnya yang membuat Lizzy rasanya sangat sial bila berpas-pasan dengannya. Tapi wajah nya yang tampan dan bibir nya yang selalu tertutup rapat membuat Lizzy penasaran, ia tampak begitu misterius dan punya pemikiran sendiri di dalam dunianya. Berbeda dengan temannya Mr.Bingley yang sangat ceria dan terbuka kepada siapapun seolah-olah ia buku yang terbuka dan semua orang bisa membacanya. Lain hal nya dengan Mr.Darcy yang tertutup dan dingin.

Dan konflik pun  mulai bermunculan, ketika Mr. Collins yang seorang pendeta dan sepupu dari Mr.Bennet muncul untuk mencari pendamping hidup yang mengkhususkan dari keluarga Bennet sendiri. Mrs.Bennet pun awalnya tidak senang akan kehadiran Mr.Collins, tapi setelah mendengar bahwa hartanya akan tetap menjadi salah satu dari putrinya yang nanti akan dinikahi oleh Mr. Collins.  Mrs.Bennet pun langsung merasa lega.
Mr.Collins pun tertarik akan kecerdasaan dan kecantikan Lizzie, bukannya gayung tersambut. Mr.Collins malah ditolak mentah-mentah oleh Lizzie. Yang membuat Mrs.Bennet marah dan tidak mau berbicara dengan Lizzie lagi. 

Kemudian munculnya seorang prajurit bernama Denny, dan Denny memperkenalkan temannya yakni Mr.Wickham kepada mereka. Putri-putri Bennet melihat bahwa Wickham sangat menawan dan tampan. Dan kemudian Mr.Wickham akan membawa kesalahpahaman antara Mr.Darcy dan Lizzie, apalagi setelah mendengar Mr. Bingley beserta saudari-saudarinya dan Mr. Darcy telah meninggalkan Netherfield dan kembali ke London dan tidak memberi penjelasan yang jelas kepada Jane. Membuat Lizzie makin membenci Darcy menyangka dialah yang menghasut Mr.Bingley untuk meninggalkan Jane.

Butuh waktu lama bagi Elizabeth untuk memahami sisi lain Mr. Darcy dan menerima kenyataan akan kebaikannya yang tersembunyi. Dan, ketika akhirnya gadis itu menyadari perasaannya kepada Mr. Darcy telah berkembang menjadi cinta, dia pun jadi ragu, akankah dia bisa menebus prasangkanya yang sangat buruk pada laki-laki itu? Lalu, akankah cintanya yang baru tumbuh itu menjadi sia-sia?

Dalam Pride and Prejudice, Jane Austen menuangkan detail yang memikat mengenai kaum menengah ke atas pada abad ke-19. Karakter-karakternya yang memukau, juga narasinya yang cerdas, menjadikan novel ini sebagai salah satu roman terpopuler sepanjang masa. 
 ---



Holaa^^ sedikit cerita dari saya
Kalau boleh jujur, sudah bertahun-tahun saya mencari-cari novel ini. Itu terjadi sejak terkena 'racun'  dari trial filmnya sejak tahun 2006, dan setelah terkena 'racun'nya langsung deh saya cari-cari 'penawarnya' ke toko-toko kaset dan saat itu juga susaaah banget ketemu nya .Dan setelah ketemu sekitar tahun 2008 kalau tidak salah, seneng nya pake banget deh pokoknya :) (Aplagi dulu masih polos banget, belum tahu caranya buka Youtube. Dan setelah belajar dari 'mbah' di gunung, akhirnya jadi pinter deh. Dan setelah ketemu film nya ehhh,, malah ga ada yang full filmnya hiks hiks)

Dan setelah tiba saatnya mau nonton kasetnya, ehh malah Dvd room  saya ga bisa ngebaca kasetnya. Apes banget pokoknya :( 
Setelah itu saya pun ga kenal kata nyerah, saya kunjungi saja semua toko buku di Medan ( Waktu itu cuma ada 1 toko buku paling besar yaitu Gramedia )  setelah muter-muter, tetap saja ga ketemu alias selalu 'out of stock ' dan sejak itu saya udah nyerah sama Pride and Prejudice ini .

Dan bertahun- tahun lagi, saya mulai gandrung lagi sama cerita ini dan makin mengunung nih rasa penasaran ( udah ketinggalan banget ya ) dan akhirnya saya beli lagi kaset yang baru dan syukurlah akhir nya bisa kebaca. Dan saya benar-benar makin jatuh cinta. Karena saya benar-benar suka sama hal yang berbau Klasik dan Medieval , rasanya benar-benar dejavu deh .

Karena kurang puas rasanya melihat ending cerita nya. Akhirnya saya putuskan membeli secara online di BUKA BUKU (masa-masa itu juga baru ngerti belanja online hihihi) 
dan viola! bukunya ready (Sedikit pengingat bukunya baru saya punya di tahun 2014 dan lagi-lagi ketinggalan banget ! )
Akhirnya setelah buku nya tiba, dan saya membalik lembar terakhir buku ini ( maksudnya habis membaca isinya)saya menemukan banyak perihal di dalamnya :

1. Gaya penulisannya / mungkin terjemahannya membuat saya membaca sampai 3 kali untuk memahami artinya bahkan kadang saya bisa kembali lagi ke halaman sebelumnya. (atau saya selalu berpikir, apa ini kesulitan dalam membaca novel yang dibuat pada pertengahan abad 17-18? atau memang sang penterj

2. Saya menilai perangai dari Elizabeth sebenarnya adalah sosok dari Jane Austen sendiri.

3. Elizabeth merupakan 1 jarum dari tumpukan jerami yang pada abad itu mampu berpikir modern yang sudah banyak kita jumpai pada masa ini.

4.  Cerita yang sederhana namun dikemas khas dengan masa itu. Membuatnya menjadi Berilian

5. Saya pencinta novel & film Klasik, sangat-sangat suka dengan cerita ini. Saya beri Bintang 5 ^^



Pride and Prejudice Quotes :
  • “We are all fools in love” Jane Austen, Pride and Prejudice

  • "Mary wished to say something very sensible, but knew not how."Jane Austen, Pride and Prejudice
  •  “We are all fools in love” Jane Austen, Pride and Prejudice
  •  “He is a gentleman, and I am a gentleman's daughter. So far we are equal.” Jane Austen, Pride and Prejudice
  •  From the very beginning— from the first moment, I may almost say— of my acquaintance with you, your manners, impressing me with the fullest belief of your arrogance, your conceit, and your selfish disdain of the feelings of others, were such as to form the groundwork of disapprobation on which succeeding events have built so immovable a dislike; and I had not known you a month before I felt that you were the last man in the world whom I could ever be prevailed on to marry.” Jane Austen, Pride and Prejudice
  •  “Vanity and pride are different things, though the words are often used synonymously. A person may be proud without being vain. Pride relates more to our opinion of ourselves, vanity to what we would have others think of us.” Jane Austen, Pride and Prejudice
  • “I cannot fix on the hour, or the spot, or the look or the words, which laid the foundation. It is too long ago. I was in the middle before I knew that I had begun.” Jane Austen, Pride and Prejudice
  •  “A lady's imagination is very rapid; it jumps from admiration to love, from love to matrimony in a moment.” Jane Austen, Pride and Prejudice
  •  “I declare after all there is no enjoyment like reading! How much sooner one tires of any thing than of a book! -- When I have a house of my own, I shall be miserable if I have not an excellent library.” Jane Austen, Pride and Prejudice
  •  “It is a truth universally acknowledged, that a single man in possession of a good fortune, must be in want of a wife.” Jane Austen, Pride and Prejudice

xoxoxo

Love's

Holalia.
 
***